Desa Sukamahi Bangun Infrastruktur Jalan Poros Desa Hingga BPJS

Kab Bogor. bogorready.com – Pemerintah Desa Sukamahi tengah merealisasikan program Bantuan Keuangan (Bankeu) Khusus Akselerasi Tahun Anggaran 2026 salah satu program yang saat ini tengah dikerjakan adalah pembangunan betonisasi Jalan Poros Desa dan Dayeh Pajajaran. Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Sukamahi Budi Mamat, saat dijumpai di lokasi kegiatan, mengatakan pembangunan tersebut merupakan salah satu program prioritas yang direalisasikan melalui anggaran Bankeu Akselerasi Tahun 2026.

“Kami sedang melaksanakan pembangunan jalan poros desa dengan total volume tahap I dan II, P 430 m x L 3 m x T 15 cm. Dengan pagu anggaran tahap I sebesar Rp. 261 juta, dan tahap II sebesar Rp. 273 juta untuk pekerjaan dilaksanakan oleh TPK dan masyarakat,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Menurut Budi Mamat, penentuan lokasi pembangunan betonisasi jalan poros desa tidak dilakukan secara sepihak, melainkan berdasarkan usulan dan kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui tahapan perencanaan pembangunan desa.

“Penetapan titik lokasi pembangunan betonisasi jalan poros desa berdasarkan usulan masyarakat melalui Musyawarah Dusun (Musdus), kemudian ditetapkan dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbang, selanjutnya ditetapkan melalui keputusan kepala desa,” jelasnya.

Manfaat Pembangunan Jalan Poros Desa

Pembangunan betonisasi jalan poros desa yang berada di wilayah RW. 01 dan RW. 05, Kampung Belendung tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dengan pembangunan jalan poros desa ini, selain akses warga masyarakat tentunya jalan perbatasan dengan desa sukamaju, sehingga pembangunan tersebut akan mempermudah mobilitas warga masyarakat dan petani,” ungkap Budi Mamat.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut memiliki manfaat strategis bagi masyarakat, khususnya para petani yang bergantung pada keberlangsungan akses jalan untuk usaha pertanian.

“Manfaatnya sangat jelas dirasakan masyarakat, khususnya para petani. Selain kebutuhan dan keberlangsungan akses tersebut merupakan bagian dari mobilitas warga masyarakat bisa terpenuhi,” katanya.

Program Lain Yang Dibiayai Bankeu

Selain pembangunan betonisasi jalan perdesaan, Pemdes Sukamahi juga mengalokasikan Bankeu Khusus Akselerasi Tahun 2026 untuk sejumlah program lain yang menjadi bagian dari agenda pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, di antaranya:

Dayeuh Pajajaran

• Program Dayeuh Pajajaran akan difokuskan di wilayah Kampung Bojong Kaso hingga saat ini pembangunan fisiknya sedang berjalan.

Pengelolaan Sampah

• Melalui Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Program ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat.

Satu Sarjana Satu Desa

• Program ini ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat desa melalui pemberian kesempatan pendidikan tinggi bagi warga yang memenuhi ketentuan program.

Asta Geodesa

• Program Asta Geodesa diarahkan untuk mendukung pendataan dan pemetaan potensi serta kondisi wilayah desa sebagai bagian dari penguatan perencanaan pembangunan berbasis data.

Digitalisasi Desa

• Program digitalisasi desa diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pemerintahan dan administrasi desa sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan transparan.

BPJS Kesehatan

• BPJS Kesehatan
Pemdes Sukamahi juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan bagi 250 orang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap perlindungan jaminan kesehatan.

Budi Mamat, berharap seluruh program yang direalisasikan melalui Bankeu Akselerasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan Desa Sukamahi.

“Sehingga pembangunan betonisasi jalan desa untuk memudahkan mobilitas warga masyarakat Desa Sukamahi,” paparnya.

Budi Mamat, juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun pemerintah desa agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Yang tidak kalah penting, masyarakat harus ikut menjaga dan merawat bangunan yang sudah dibangun. Karena pembangunan ini menggunakan anggaran untuk kepentingan masyarakat, sehingga harus dipelihara bersama agar manfaatnya bisa bertahan lama,” pungkasnya.

(Din)

Pos terkait