Citeureup, bogorready.com – Paru-paru merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti selama 24 jam setiap hari. Hal ini disampaikan oleh dr. Masdi, Sp.P, F.Onk, FISR, Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum (RSU) Annisa Bogor, dalam Instagram rs.annisa tentang edukasi kesehatan mengenai pentingnya menjaga kesehatan paru.
Menurut dr. Masdi, dalam satu hari manusia bernapas rata-rata hingga 20.000 kali. Fungsi utama paru-paru adalah mengambil oksigen (O₂) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO₂). Apabila fungsi paru terganggu, maka kualitas hidup seseorang akan ikut menurun.
“Paru-paru itu seperti AC di rumah. Jika AC penuh debu, udara yang dihasilkan menjadi kotor. Begitu juga paru-paru, karena paru merupakan penyaring udara yang kita hirup,” jelasnya.
Penyakit Paru yang Masih Banyak Ditemui di Masyarakat
Masdi menjelaskan beberapa penyakit paru yang masih sering ditemukan di Indonesia, antara lain:
1.Tuberkulosis (TBC)
Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi kasus TBC di dunia. Gejala khas TBC meliputi batuk lebih dari dua minggu, terkadang disertai darah, penurunan berat badan, dan keringat malam. “TBC bisa diobati dengan tuntas menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) minimal selama enam bulan. Yang paling penting adalah segera periksa jika batuk lama dan jangan minum obat sembarangan,” tegas dr. Masdi.
2.Asma
Asma merupakan penyakit paru kronik yang dapat kambuh akibat pencetus seperti alergi, debu, udara dingin, stres, atau kelelahan. “Asma dapat dikendalikan dengan obat inhaler sesuai anjuran dokter. Inhaler bukan berarti ketergantungan. Justru jika tidak terkontrol, asma akan semakin sulit dikendalikan,” ujarnya.
Dengan pengobatan yang tepat, pasien asma tetap dapat berolahraga dan beraktivitas normal
3.Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK/BPOK)
PPOK banyak terjadi pada perokok aktif maupun perokok pasif. Gejalanya berupa sesak napas, batuk berdahak, dan mudah lelah. “Pesan terpenting adalah berhenti merokok. Itu cara terbaik untuk mencegah dan memperlambat perburukan PPOK,” jelasnya.
4.Kanker Paru
Kanker paru sering kali berhubungan dengan kebiasaan merokok. Gejala awalnya bisa samar, seperti nyeri dada dan penurunan berat badan.
dr. Masdi menekankan pentingnya deteksi dini atau skrining, terutama bagi usia di atas 40 tahun, perokok, atau memiliki riwayat kanker dalam keluarga. “Skrining dapat dilakukan dengan CT Scan low dose. Jika sudah ada keluhan atau ditemukan nodul, pemeriksaan CT Scan dengan kontras sangat dianjurkan,” katanya.
Cara Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat
Sebagai penutup, dr. Masdi membagikan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan paru, antara lain:
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok
- Olahraga teratur seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam asma
- Minum air putih yang cukup agar saluran napas tetap lembap
- Menjaga rumah tetap sehat dengan ventilasi baik, cukup sinar matahari, bebas debu dan jamur
- Melakukan vaksinasi, terutama vaksin influenza dan pneumonia bagi yang memiliki faktor risiko
- Melakukan pemeriksaan paru secara rutin, terutama bila memiliki keluhan batuk lama atau riwayat penyakit paru
“Banyak penyakit paru dapat timbul bila kita tidak menjaga kesehatannya. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko tersebut dapat diminimalkan,” tutup dr. Masdi.
*Red/Heri





