Kab Bogor. bogorready.com – Lagi-lagi proyek aspirasi. Lagi-lagi dikerjakan terburu-buru. Di lapangan terlihat jelas bagaimana sebuah pekerjaan yang disebut “pondasi” yang seharusnya untuk mutu kualitas justru dikerjakan diduga asal jadi. Tidak ada galian, tidak ada pemadatan, tidak ada standar. Yang ada hanya tumpukan batu di atas lumpur. Senin (20/7/2026)
*Kerja Asal Tumpuk*
Dari pantauan di lokasi, batu-batu kali besar hanya dilempar begitu saja di atas tanah becek. Benang patok memang dipasang, tapi fungsinya diragukan. Tanah dasar tidak digali, tidak dipadatkan. Begitu hujan deras datang, siapa yang jamin tidak langsung amblas?
Ini bukan pondasi. Ini tumpukan.
Pekerja pun terlihat tidak menggunakan alat pelindung sama sekali. Bekerja tanpa alas kaki di atas lumpur dan batu tajam. Keselamatan kerja seperti diabaikan.
*Anggaran Jalan, Kualitas Jalan di Tempat*
Program P3-TGAI seharusnya padat karya dan berkualitas. Tapi yang terjadi di lapangan:
1. *Tidak ada galian pondasi* = menghemat tenaga, tapi mengorbankan kekuatan bangunan
2. *Batu tidak dikunci adukan* = celah dibiarkan, tinggal tunggu waktu rontok
3. *Lokasi pembangunan* = sampah plastik berserakan di sekitar material
Kalau begini caranya, umur bangunan paling 1 musim hujan. Setelah itu rusak, lalu diusulkan lagi tahun depan. Lingkaran proyek yang tidak pernah selesai.
*Pertanyaan Besar*
Ke mana pengawasan? Ke mana fungsi konsultan dan pelaksana?
Proyek aspirasi itu uang rakyat. Bukan untuk main tumpuk batu.

Warga butuh drainase yang benar-benar berfungsi, bukan sekedar “ada fotonya” untuk laporan. Warga butuh pekerjaan yang dipikirkan 5-10 tahun ke depan lebih kuat, bukan 5 bulan terjadi longsor saat di musim hujan.
Kalau dari awal pondasinya sudah “tanpa gali”, jangan heran kalau hasilnya juga “tanpa guna”.
Proyek P3-TGAI tersebut di Kampung Cibolang Desa Banjar Wangi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, menelan anggaran dengan nilai kontrak Rp. 195,000,000,. yang dikerjakan oleh P3A Berkah Bersama.
Hingga berita ini diturunkan penanggungjawab di lapangan tidak ada di lokasi pembangunan.
(Din)





