Desa Ciadeg Akselerasi Bankeu 2026, Infrastruktur Betonisasi Jalan Desa Hingga BPJS

Kab Bogor. bogorready.com – Pemerintah Desa Ciadeg tengah merealisasikan program Bantuan Keuangan (Bankeu) Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan dari Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Pemdes Ciadeg menerima pencairan sebesar 17,5 %. Dana tersebut mulai direalisasikan untuk sejumlah program pembangunan infrastruktur jalan perdesaan yang telah direncanakan melalui mekanisme musyawarah desa.

Salah satu program yang saat ini tengah dikerjakan adalah pembangunan betonisasi jalan desa dan kelengkapannya di Kampung Gembrong RW. 07.

Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu, mengatakan pembangunan betonisasi jalan desa tersebut merupakan salah satu program prioritas yang direalisasikan melalui anggaran Bankeu Khusus Akselerasi Tahun 2026.

“Kami sedang melaksanakan pembangunan betonisasi jalan perdesaan dengan total volume panjang 350 meter, lebar 3 meter dan tinggi 0,15 meter. Pagu anggarannya sebesar Rp. 406 juta. Pekerjaan oleh TPK bersama masyarakat,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Menurut Wahyu, penentuan lokasi pembangunan betonisasi jalan perdesaan tidak dilakukan secara sepihak, melainkan berdasarkan usulan dan kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui tahapan perencanaan pembangunan desa.

“Penetapan titik lokasi pembangunan betonisasi jalan perdesaan berdasarkan usulan masyarakat melalui Musyawarah Dusun (Musdus), kemudian ditetapkan dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbang, selanjutnya ditetapkan melalui keputusan kepala desa,” jelasnya.

Pembangunan betonisasi jalan perdesaan yang berada di wilayah Kampung Gembrong RW. 07 tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Juga berfungsi untuk mobilitas perekonomian masyarakat.

Ia menambahkan, pembangunan tersebut memiliki manfaat strategis bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha warga masyarakat sekitar. katanya

Selain pembangunan betonisasi jalan perdesaan, Pemdes Ciadeg juga mengalokasikan Bankeu Khusus Akselerasi Tahun 2026 untuk sejumlah program lain yang menjadi bagian dari agenda pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, di antaranya:

Program Dayeuh Pajajaran, Satu Sarjana Satu Desa, Kampung Ramah Lingkungan, Digitalisasi Desa, hingga BPJS Kesehatan.

Dayeh Pajajaran

Dayeh Pajajaran merupakan ciri khas seni sunda.

Kampung Ramah Lingkungan

Melalui kampung ramah lingkungan (KRL) Program ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan sehat.

Satu Sarjana Satu Desa

Program ini ditujukan untuk mendukung peningkatan akses dan kualitas pendidikan masyarakat desa melalui pemberian kesempatan pendidikan tinggi bagi warga yang memenuhi ketentuan program.

Asta Geodesa

Program Asta Geodesa diarahkan untuk mendukung pendataan dan pemetaan potensi serta kondisi wilayah desa sebagai bagian dari penguatan perencanaan pembangunan berbasis data.

Digitalisasi Desa

Program digitalisasi desa diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pemerintahan dan administrasi desa sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan transparan.

BPJS Kesehatan

Pemdes Ciadeg juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap perlindungan jaminan kesehatan.

Wahyu, berharap seluruh program yang direalisasikan melalui Bankeu Akselerasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan Desa Ciadeg, khusus pembangunan betonisasi jalan dan kelengkapannya, sehingga infrastruktur tersebut dapat menjadi solusi sekaligus memastikan pekerjaan berjalan dengan baik. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun pemerintah desa agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Yang tidak kalah penting, masyarakat harus ikut menjaga dan merawat bangunan yang sudah dibangun. Karena pembangunan ini menggunakan anggaran untuk kepentingan masyarakat, sehingga harus dipelihara bersama agar manfaatnya bisa bertahan lama,” pungkasnya.

(Din)

Pos terkait