Redaksi Berkisah
Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdullah bin Umar
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Melalui rubrik Redaksi Berkisah, Mata PenaNews kembali menghadirkan kisah inspiratif dari para sahabat mulia Rasulullah SAW. Pada edisi kali ini, kita akan menelusuri jejak kehidupan Abdullah bin Umar — seorang sahabat yang terkenal dengan ketakwaannya, keilmuannya, dan keteladanan dalam mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.
Abdullah bin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma adalah putra dari khalifah kedua, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Ia tumbuh dalam lingkungan yang penuh iman dan kejujuran. Sejak belia, ia telah menunjukkan kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah SAW. Bahkan, dalam usia mudanya, ia telah menghafal banyak hadis dan menyertai Nabi dalam beberapa perjalanan.
Meskipun memiliki kedudukan yang tinggi sebagai anak dari seorang khalifah, Abdullah bin Umar dikenal sangat rendah hati dan menjauh dari hiruk-pikuk kekuasaan. Ia adalah pribadi yang zuhud dan tidak ambisius terhadap dunia. Ketika banyak orang berebut jabatan setelah wafatnya Nabi, Abdullah memilih menjauh dan memusatkan hidupnya pada ibadah dan ilmu.
Ia dikenal sangat teliti dan ketat dalam meneladani sunnah Rasulullah SAW. Diriwayatkan bahwa ia bahkan berjalan di tempat-tempat yang sama seperti Rasulullah berjalan, duduk di tempat Nabi pernah duduk, dan meniru kebiasaan Nabi hingga pada hal-hal yang dianggap kecil oleh orang lain. Inilah bentuk mahabbah (cinta) sejati kepada Rasulullah yang diungkapkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar ucapan.
Dalam bidang ilmu, Abdullah bin Umar adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis. Imam Bukhari dan Muslim banyak mencantumkan riwayatnya dalam kitab shahih mereka. Ia meriwayatkan lebih dari 2.600 hadis, menjadikannya sebagai salah satu dari tujuh sahabat dengan periwayatan terbanyak.
Ketika dunia mulai dipenuhi konflik politik, terutama pasca wafatnya Khalifah Utsman, Abdullah bin Umar tetap menjaga jarak. Ia tidak membaiat Yazid bin Muawiyah dan tetap berada dalam sikap netral demi menjaga persatuan umat. Sikap ini menunjukkan kedalaman hikmah dan kehati-hatiannya dalam perkara umat.
Abdullah bin Umar wafat pada tahun 73 Hijriah dalam usia lebih dari 80 tahun. Ia meninggalkan jejak yang begitu dalam sebagai sahabat, ulama, dan panutan bagi umat Islam. Semangat ibadahnya, kedalaman ilmunya, serta cintanya kepada sunnah Nabi menjadi inspirasi bagi kita di zaman ini.
Semoga kisah beliau menguatkan kita untuk lebih mencintai Rasulullah SAW, istiqamah dalam amal, serta menjadikan hidup ini sebagai ladang kebaikan sebagaimana dicontohkan para sahabat.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Hormat Kami
Redaksi Berkisah




