Redaksi Berkisah Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

Redaksi Berkisah
Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdurrahman bin Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,”
Rubrik Redaksi berkisah kembali hadir menyapa Anda dengan kisah inspiratif dari jejak-jejak para sahabat Rasulullah SAW. Sosok mereka adalah lentera zaman yang menerangi jalan kehidupan hingga hari ini. Pada edisi kali ini, kita akan menyelami kisah Abdurrahman bin Abu Bakar, putra dari sahabat utama dan Khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.

Abdurrahman bin Abu Bakar adalah contoh dari perjalanan spiritual dan perjuangan yang penuh pelajaran. Pada masa awal dakwah Islam, Abdurrahman sempat berada di pihak kaum musyrikin Quraisy dan bahkan ikut serta dalam Perang Badar melawan kaum Muslimin. Namun cahaya hidayah Allah SWT menyapanya, dan ia akhirnya memeluk Islam dengan sepenuh hati.

Setelah memeluk Islam, Abdurrahman menjadi seorang mujahid yang gagah berani, mengikuti berbagai peperangan di sisi Rasulullah SAW. Salah satu peristiwa yang sangat dikenang adalah penolakannya untuk membunuh ayahnya (Abu Bakar) dalam Perang Badar, karena waktu itu ia masih berada di pihak musyrikin. Setelah masuk Islam, ia menyesali hal itu dan bersumpah, “Demi Allah, jika aku bertemu ayahku dalam perang setelah ini, aku tidak akan menahan diri.”

Namun, Abu Bakar yang saat itu sudah menjadi Muslim menegaskan bahwa ia tidak ingin membunuh anaknya sendiri walau dalam kondisi perang, menunjukkan betapa Islam menjunjung tinggi nilai kasih sayang dan prinsip kebenaran dalam situasi apa pun.

Abdurrahman bin Abu Bakar wafat pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abu Sufyan, meninggalkan jejak teladan sebagai sahabat yang setia, pejuang yang pemberani, dan putra dari seorang manusia agung yang menjadi khalifah pertama umat Islam.

Setelah memeluk Islam secara total, Abdurrahman bin Abu Bakar RA menjadi sosok yang tidak hanya meneladani keteguhan ayahnya, tetapi juga menunjukkan komitmen pribadi yang kuat terhadap perjuangan Islam. Ia dikenal sebagai prajurit tangguh dalam berbagai medan jihad, baik di masa Rasulullah SAW maupun setelah wafatnya beliau.

Salah satu sifat utama yang melekat padanya adalah keberanian dan kesetiaan. Dalam berbagai peperangan, Abdurrahman selalu berada di barisan depan. Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga memiliki kejernihan niat dan keikhlasan hati—dua bekal utama dalam perjuangan fi sabilillah.

Sejarah mencatat bahwa Abdurrahman ikut dalam Perang Yamamah, sebuah perang besar yang terjadi pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dalam menghadapi para nabi palsu, khususnya Musailamah al-Kadzdzab. Dalam perang tersebut, Abdurrahman menunjukkan keberanian luar biasa. Ia tidak menyombongkan dirinya sebagai “anak khalifah”, melainkan berdiri sejajar dengan para mujahid lainnya.

Sosok Rendah Hati dan Bersahaja

Meski memiliki garis keturunan mulia, Abdurrahman bin Abu Bakar tidak pernah membanggakan status sosialnya. Ia hidup sederhana dan lebih memilih kehidupan yang tenang dibandingkan kekuasaan. Bahkan, ketika adiknya, Aisyah RA—Ummahatul Mukminin—memiliki kedudukan istimewa sebagai istri Nabi SAW, Abdurrahman tetap bersikap tawadhu.

Kelembutan hatinya juga terlihat dalam hubungannya dengan keluarga. Ia sangat menghormati ayah dan ibunya, serta menunjukkan kasih sayang yang tinggi kepada saudara-saudaranya. Dalam catatan sejarah, disebutkan bahwa ia adalah pribadi yang pemaaf, bahkan kepada mereka yang dulu menjadi musuhnya sebelum masuk Islam.

Akhir Hayat yang Tenang

Abdurrahman bin Abu Bakar wafat di daerah Habsyah (sebagian sumber menyebut di dekat Makkah), pada masa pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan. Jenazahnya dipindahkan dan dimakamkan di Baqi’, pemakaman para sahabat di Madinah, tempat yang mulia di sisi umat Islam hingga kini.

Wafatnya Abdurrahman mengingatkan kita bahwa hidayah Allah bisa datang kepada siapa saja, bahkan kepada mereka yang dulunya menentang kebenaran. Yang membedakan hanyalah kesediaan hati untuk membuka diri terhadap kebenaran.

Redaksi Mata PenaNews terus menghadirkan kisah-kisah penuh hikmah dari para sahabat Nabi yang menjadi inspirasi generasi Muslim masa kini. Abdurrahman bin Abu Bakar adalah salah satu buktinya: bahwa keberanian, kesetiaan, dan kerendahan hati adalah warisan para pejuang sejati.

Salam Hormat,
Tim Redaksi 

Pos terkait