Prof Eggi Sudjana: Jangan Ngaku Jadi Tuhan! – Tafsir QS. Fatir 35:1-2 Tentang Kekuasaan, Malaikat, dan Rahmat Allah

Bogor. bogorready.com – Mutiara Hikmah – Jumat, 12 Juni 2026

QS. Fatir 35: Ayat 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَا طِرِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَرْضِ جَا عِلِ الْمَلٰٓئِكَةِ رُسُلًا اُولِيْۤ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَ ۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَآءُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya:
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan Bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

QS. Fatir 35: Ayat 2

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۚ وَمَا يُمْسِكْ ۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Artinya:
“Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

🔎 PENJELASAN DENGAN JUBEDIL

1. Hukum Langit: Allah Pencipta + Pengatur Mutlak

“Alhamdulillahi faathiris samaawaati wal ardh…” → Segala puji hanya untuk Allah, Pencipta langit-bumi dan semua sistemnya, termasuk malaikat.

Malaikat adalah makhluk ghaib dari cahaya/nur. Tugasnya sebagai rusulan = utusan. Tidak makan, tidak tidur, tidak memiliki nafsu, dan bekerja sepanjang waktu sesuai firman-Nya: “laa ya’shunal laaha maa amarohum wa yaf’aluuna maa yu’maruun” (QS. At-Tahrim: 6).

Ayat 2 menegaskan kekuasaan mutlak Allah: “maa yaftahillaahu linnaasi mir rahmah fa laa mumsika laha” → Jika Allah membuka pintu rahmat, rezeki, jabatan, atau kesehatan, tidak ada siapa pun—baik presiden, konglomerat, maupun oligarki—yang bisa menutupnya. Sebaliknya, apa yang ditahan-Nya tidak ada yang bisa melepaskan. Ini adalah makna tauhid rububiyah: Allah satu-satunya pengatur alam semesta.

2. Makna Sayap Malaikat: Bukti Ilmiah & Realita

“Ulii ajnihatim masnaa wa sulaasa wa rubaa’” → Bersayap dua, tiga, empat. Bukan berarti sayap fisik seperti burung, melainkan memiliki 3 makna:

1. Kekuatan & Kecepatan: Sebagai alat gerak. Malaikat
Jibril disebut memiliki kekuatan besar (QS. At-Takwir: 20) dan menurut HR. Bukhari memiliki 600 sayap; satu kepakannya bisa mengubah keadaan kaum Luth. Semakin banyak “sayap”, semakin tinggi pangkat, cepat gerak, dan besar kekuasaannya.

2. Tingkat Derajat: Melambangkan tingkatan kedudukan.
Misalnya malaikat pembawa Arsy memiliki 4 sayap, sedangkan malaikat biasa memiliki 2 sayap.

3. Fungsi Berbeda: Sesuai tugasnya—ada yang mengantar wahyu, mendoakan manusia, mencabut nyawa, atau mencatat amal.

Allah berfirman: “yaziidu fil kholqi maa yasyaa’” → Dia menambah kemampuan pada ciptaan-Nya sesuai kehendak-Nya, sehingga tidak bersifat statis. Meskipun kita tidak dapat melihatnya karena perbedaan dimensi, dampak kerja malaikat terasa nyata dalam kehidupan.

3. Substansi Rahmat Allah: Anti Mental Mengemis ke Manusia Rahmat dalam ayat ini mencakup seluruh anugerah Allah: jabatan, harta, kesehatan, ilmu, kemenangan, bahkan nafas kehidupan. Ada dua kunci utama:

– “Fa laa mumsika laha” → Jika Allah berkehendak

memberikan kemenangan, tidak ada sistem curang, aparat, atau pihak mana pun yang bisa menghalangi. Usaha dan doa adalah cara membuka pintunya.

– “Wa maa yumsik fa laa mursila lahuu” → Jika Allah

menahan azab atau kekalahan dari lawan, tidak ada kekuatan apa pun yang bisa membebaskannya.

Allah bersifat Al ‘Azizul Hakim: Maha Perkasa untuk memberikan, dan Maha Bijaksana mengetahui kapan waktu yang tepat. Tugas kita adalah menjadi hamba yang layak menerima rahmat dengan ketaatan dan perjuangan.

🧭 DIMENSI POLITIK UNTUK INDONESIA

1. Posisi Pemimpin: Hanya Manajer, Bukan Pencipta

Firman “Faathiris Samaawaati wal Ardh” menegaskan hanya Allah yang berhak menciptakan dan mengatur. Pemimpin atau pejabat hanyalah pengelola atau utusan, sama seperti malaikat.

Dalam kenyataan politik saat ini, seringkali pejabat mengaku sebagai pencipta lapangan kerja, pembangun wilayah, atau pengatur harga seolah memiliki kuasa mutlak. Ini adalah bentuk syirik politik. Mereka lupa bahwa kekuasaan itu titipan; jika Allah mencabutnya, posisi itu bisa runtuh sekejap, seperti yang dialami rezim Firaun atau Orde Baru.

2. Hukum Kekuasaan: Anti Oligarki

“Laa Mumsika Laa Mursila” menjadi hukum politik yang tegas:

– Kekayaan Alam: SDA seperti nikel, emas, sawit, dan laut adalah rahmat untuk seluruh rakyat Indonesia. Jika saat ini terhambat oleh kebijakan atau kontrak yang tidak adil, mereka tidak akan mampu menahannya selamanya. Allah dapat membukanya kembali lewat kesadaran rakyat dan perjuangan.

– Jabatan & Kekuasaan: Kekuasaan adalah amanah rahmat. Jika Allah menahan rahmat kehormatan dan keamanan, maka tidak ada uang, tim hukum, atau dukungan apa pun yang bisa menyelamatkan pejabat yang menyalahgunakan wewenang.

– Kemenangan Perjuangan: Jika Allah telah membuka jalan keadilan, tidak ada peraturan atau hambatan apa pun yang bisa menahan. Sebaliknya, kita harus berusaha menjadi pihak yang layak menerima pertolongan-Nya.

3. Sikap Perjuangan: Jadilah “Malaikat Jalanan”

Sama seperti malaikat yang berbeda tugas namun satu komando kepada Allah, perjuangan juga memiliki tingkatan:

– Sayap 2: Mengumpulkan data dan bukti hukum atas penyimpangan yang terjadi.

– Sayap 3: Menyebarkan informasi dan membangun kesadaran di tengah masyarakat.

– Sayap 4: Teguh berdiri pada prinsip hingga tujuan tercapai, tidak menjual kebenaran demi keuntungan pribadi.

🎤 SKRIP KHUTBAH LAPANGAN 3 MENIT

Judul: JANGAN NGAKU JADI TUHAN, KAU CUMA UTUSAN!
QS. Fatir 35: 1-2

✅ Pembukaan (20 detik)

Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Wahai seluruh rakyat, wahai sahabat perjuangan! Dengarkan firman Allah: “Alhamdulillah faathiris samaawaati wal ardh”. Segala puji hanya untuk Pencipta langit dan bumi. Bukan untuk presiden! Bukan untuk DPR! Bukan untuk oligarki!

✅ Isi (2 menit)

Pukulan 1: Kau Cuma Utusan, Bukan Tuhan!
Allah jadikan malaikat sebagai utusan dengan sayap dua, tiga, empat—berbeda tugas namun tetap hamba. Lalu mengapa pejabat kita mengaku bisa menciptakan segalanya seolah memiliki kuasa mutlak? Itu kesombongan yang salah. Ingat, kekuasaan bisa hilang dalam sekejap.

Pukulan 2: Rahmat Rakyat Tidak Bisa Ditahan!
Allah berfirman: apa yang Dia bukakan tidak ada yang bisa menutup. Kekayaan alam negeri ini adalah rezeki untuk kita semua. Jika hari ini tertahan oleh aturan yang berat dan pihak yang serakah, yakinlah—suatu saat Allah akan membukanya lewat keadilan.

Pukulan 3: Jadilah Pelurus Kebenaran!
Tugas kita seperti malaikat: taat dan bertanggung jawab. Kumpulkan bukti, sebarkan kebenaran, dan terus perjuangkan hak rakyat. Jika Allah telah berkehendak memberi kemenangan, tidak ada hambatan apa pun yang bisa menghalangi.

✅ Penutup (40 detik)

Pilih jalan mana: menjadi pemimpin yang sombong atau menjadi pembela kebenaran? Ingat, apa yang ditahan Allah tidak akan bisa dilepaskan oleh siapa pun. Bangkitlah! Negeri ini milik Allah, bukan milik segelintir orang!
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Salam Jihad ⚔️
BES – Brother Eggi Sudjana

Pos terkait