Kab Bogor. bogorready.com – Dalam rangka melestarikan Budaya Tradisional Penca Silat Cimande dengan semangat “Indit Bari Cicing, Lumampah Ulah Ngalengkah” kembali menggema di Desa Cimande. Saung Pelestarian Penca Silat Cimande merayakan Milangkala ke-11, di Kampung Tarikolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Minggu (23/8/2026)
Mengenang salah satu pendiri tidak bisa dilepaskan dari sejarah Cimande adalah “Aki Didih” beliau merupakan tokoh yang meletakkan dasar-dasar Penca Silat Cimande. Dari ajarannya lahir aliran silat yang keras, lurus, dan berakar pada adab.
Salah satu pendiri Penca Silat Cimande, Abah Didih menyampaikan Milangkala ke-11 ini bukan sekadar perayaan ulang tahun sebuah saung. Dan ini adalah napak tilas perjuangan dalam menjaga agar Cimande tidak punah ditelan zaman. “Indit Bari Cicing Lumampah Ulah Ngalengkah” adalah pesan beliau: mengandung makna ketahuidan yang artinya “Walaupun Kita Diam Haruslah Kita Ingat Melangkah pun Mesti Ingat,” Sebelum kita melangkah hati kita mesti ingat yang maha kuasa. ujarnya

“Silat Cimande adalah salah satu budaya mutiara yang ada di Kabupaten Bogor dan Abah Didih salah satu pelestari budaya tersebut.”
Menurutnya, alat yang digunakan ada yang disebut kotekar dan bahan yang artinya ada kreasi seni itu haruslah indah, tidak bisa lepas dari gerakan dasar jurus Cimande yang dipadukan dengan seni. Tentunya para peserta Silat Cimande tidak hanya dari penduduk lokal melainkan dari luar Cimande ikut melestarikan budaya Penca Silat Cimande. Dengan demikian untuk peserta sendiri ada yang dari Jakarta, Sukabumi, Jasinga, Bekasi, Depok, dan Bogor. Kegiatan ini merupakan momentum kebahagiaan anak-anak Penca Silat Cimande, ini diadakan setiap tahun di bulan maulid dan tentunya beliau pun menyampaikan ucapan selamat kepada PPSI yang tengah ber ulang tahun di Jakarta. tambahnya

“Saung Pelestarian Penca Silat Cimande fokus pada regenerasi. Lewat latihan rutin, anak-anak di Kampung Tarikolot dan sekitarnya diajarkan bukan hanya jurus dan tetap di kembangkan, tapi juga adab, kedisiplinan, dan cinta pada budaya. Namun penabuh kendang dan gong merupakan musik pengiring ini adalah bagian tak terpisahkan dari Cimande. Karena bagi orang Cimande, silat dan seni adalah satu napas.”


Kedepannya Pemerintah Daerah agar memperhatikan dan memberikan dukungan untuk kelestarian budaya Penca Silat Cimande ini yang merupakan salah satu peninggalan nenek moyang yang sudah berdiri sejak abad ke-17. Sehingga tradisi ini harus tetap ada hingga puluhan tahun kedepan.
Milangkala ke-11 ini menjadi ruang silaturahmi. Para sesepuh duduk bersama murid, pelatih memberi wejangan, dan seluruh warga menyaksikan tradisi Silat Cimande, dengan demikian di tengah derasnya arus modernisasi seperti ini penting agar jati diri Sunda tetap ada. Sehingga Penca Silat Cimande adalah membentuk karakter kuat, santun, tegas dan bijaksana. Nilai-nilai itulah yang ditanamkan Aki Didih sejak dulu, dari generasi ke generasi yang akan datang budaya tradisional Penca Silat Cimande tetap ada dari Kampung Tarikolot untuk Indonesia. pungkasnya
(Din)




