Redaksi Berkisah, Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdullah bin Salam

 

Redaksi Berkisah,
Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdullah bin Salam

Bacaan Lainnya

Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Melalui rubrik Redaksi Berkisah, Mata PenaNews kembali menghadirkan kisah inspiratif dari para sahabat mulia Rasulullah SAW. Pada edisi kali ini, kita akan menelusuri jejak kehidupan Abdullah bin Salam, seorang tokoh Yahudi yang jujur dan akhirnya mendapat cahaya hidayah Islam.

Seorang Ulama Yahudi yang Jujur

Sebelum masuk Islam, Abdullah bin Salam adalah seorang ulama Yahudi yang sangat dihormati di kalangan Bani Qainuqa’. Ia dikenal karena keilmuannya dalam Taurat dan kesalehannya. Namun, hatinya selalu mencari kebenaran yang sejati. Ketika mendengar kabar tentang kedatangan Rasulullah SAW di Madinah, ia pun segera mendatanginya untuk memastikan sendiri kebenaran risalah yang dibawa beliau.

Tersentuh Oleh Wajah dan Kata-kata Rasulullah

Saat pertama kali melihat Rasulullah SAW, Abdullah bin Salam langsung berkata dalam hatinya, “Wajah orang ini bukan wajah seorang pendusta.” Ia lalu menyimak ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW dan menemukan banyak kemiripan dengan apa yang disebutkan dalam Taurat.

Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam secara tulus. Namun, ia meminta agar keislamannya dirahasiakan terlebih dahulu oleh Rasulullah SAW untuk menguji kejujuran kaumnya. Ketika ditanya tentang Abdullah bin Salam, kaumnya menyebutkan berbagai pujian. Namun setelah mengetahui ia telah memeluk Islam, mereka langsung mencelanya. Hal ini membuktikan kebenaran firasat Abdullah bahwa kebenaran tidak selalu diterima oleh semua orang, terutama yang hatinya telah tertutup.

Dipuji dalam Al-Qur’an

Keistimewaan Abdullah bin Salam diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Ia disebut sebagai seorang yang memiliki pengetahuan tentang kitab sebelumnya dan beriman kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam Surah Al-Ahqaf ayat 10, Allah berfirman:

> “Dan seorang saksi dari Bani Israil telah bersaksi terhadap yang serupa dengan itu, lalu dia beriman…”
(QS. Al-Ahqaf: 10)

 

Para mufassir menyebut bahwa saksi yang dimaksud adalah Abdullah bin Salam.

 

Kisah Abdullah bin Salam mengajarkan kita tentang kejujuran, ketulusan dalam mencari kebenaran, dan keberanian menerima kebenaran meskipun harus menghadapi penolakan dari lingkungan sekitar. Ia adalah contoh nyata bagaimana ilmu dan keikhlasan hati dapat menuntun seseorang kepada cahaya Islam.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi dan pelajaran bagi kita semua untuk terus mendekat kepada Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan sepenuh hati.

Wallahu a‘lam bis-shawab.

Salam hormat,
Tim Redaksi

Pos terkait