Redaksi Berkisah
Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Solat Tarawih Malam ke-4
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Pada kesempatan kali ini, redaksi kembali menyampaikan faidah dan keutamaan solat Tarawih, khususnya pada malam ke-4 di bulan Ramadan.
Ganjaran Malam ke-4
Dalam sebagian riwayat yang banyak beredar di kitab-kitab fadhail (keutamaan amal), disebutkan bahwa:
Orang yang melaksanakan solat Tarawih pada malam ke-4 seakan-akan ia telah membaca kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi-Nya, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an.
Artinya, pahala yang Allah anugerahkan kepadanya diibaratkan seperti pahala membaca kitab-kitab samawi tersebut. Ini menunjukkan betapa besar dan luasnya karunia Allah SWT kepada hamba-Nya yang menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah.
Namun, para ulama hadis menjelaskan bahwa riwayat yang merinci keutamaan setiap malam Tarawih (malam pertama sampai malam ke-30 dengan pahala tertentu) banyak yang berstatus dha‘if (lemah), bahkan ada yang dinilai maudhu‘ (palsu). Karena itu, kita tidak boleh meyakini secara pasti rincian pahala tersebut sebagai sabda Rasulullah ﷺ tanpa penjelasan status hadisnya.
Keutamaan yang Sahih tentang Tarawih
Yang jelas dan sahih adalah keutamaan qiyam Ramadan secara umum. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mencakup seluruh malam Ramadan, termasuk malam ke-4. Jadi siapa pun yang melaksanakan solat Tarawih dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka ia berhak mendapatkan ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang telah lalu.
Hikmah Malam ke-4
Secara maknawi, malam ke-4 bisa menjadi momentum untuk:
Menguatkan konsistensi ibadah setelah tiga malam sebelumnya.
Melatih kesabaran dan kekhusyukan dalam berdiri (qiyam).
Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an yang dibaca dalam solat Tarawih.
Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan doa dan istighfar.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah dalam beribadah.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Salama Hormat
Tim Redaksi




